Malaysia terus menjadi salah satu pilihan utama bagi pelajar asal Indonesia, khususnya dari wilayah Sumatera dan Medan yang hanya berjarak 45–60 menit penerbangan langsung ke Kuala Lumpur atau Penang.

Keunggulan utama berkuliah di Malaysia terletak pada efisiensi biaya dan kualitas pendidikan bertaraf internasional. Banyak universitas swasta ternama di Malaysia menawarkan program transfer atau dual-degree resmi bekerja sama dengan universitas terkemuka di United Kingdom, Australia, dan Amerika Serikat.

Dengan skema dual-degree, mahasiswa dapat menempuh 3 tahun studi di Malaysia namun mendapatkan dua ijazah sekaligus: satu dari universitas di Malaysia dan satu lagi dari universitas mitra di luar negeri. Opsi ini memangkas biaya kuliah dan biaya hidup hingga 60% dibanding menempuh seluruh durasi di negara barat.

Syarat masuk umum untuk jenjang S1 (Bachelor) di Malaysia meliputi Ijazah SMA/SMK dengan nilai rata-rata minimal 70–75, serta kemampuan bahasa Inggris setara IELTS 5.5–6.0. Bagi siswa yang belum memiliki sertifikat bahasa, sebagian besar kampus menyediakan ujian placement test internal.

Biaya hidup bulanan di kawasan Subang Jaya, Cyberjaya, atau Kuala Lumpur berkisar antara RM 1.500 hingga RM 2.500 (sekitar Rp 5–8,5 juta per bulan), mencakup sewa kamar, konsumsi, dan transportasi publik terintegrasi.